Peristiwa
Senin, 12 Desember 2016 - 11:58:46 | bambang-jati / Sorot Kulonprogo

Sejumlah Warga Terindikasi DBD, 2 Sudah Positif
Sejumlah Warga Terindikasi DBD, 2 Sudah Positif
Sejumlah Warga Terindikasi DBD, 2 Sudah Positif
Saifudin, Dukuh Anjir

Kokap,(sorotkulonprogo.com)--Tujuh orang warga Pedukuhan Anjir, Hargorejo, Kecamatan Kokap terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit lantaran terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Berdasarkan informasi yang berhasil didapat, dari ketujuh warga Anjir tersebut, dua diantaranya telah positif terjangkit DBD. Sedangkan kelima orang lainya masih diindikasikan terjangkit DBD.

Dukuh Anjir, Saifudin menjelaskan bahwa kejadian yang dialami oleh beberapa warganya sudah sejak sebulan yang lalu. ”Kejadian pertama sudah sejak sebulan yang lalu, setelah itu ada lago yang terkena begitu,” tutur Saifudin, Senin (12/12/2016).

Adapun dua warga yang sudah dinyatakan positif terjangkit DBD adalah Eko Yunianto (26), warga RT 90/ RW 26 serta Ahmad Jumali (59), warga RT 88. Menurut Saifudin, warga yang terjangkit DBD tersebut terserang di luar daerah Anjir. ”Itu Mas Eko kan kerja di Lempuyangan, kemarin belum lama teman di tempat kerjanya ada yang positif DB, mungkin dirinya juga terkena dan dibawa pulang,” katanya.

Saifudin menambahkan bahwa dirinya telah melaporkan kejadian yang dialami warganya ini kepada pihak Desa Hargorejo serta Puskesmas Kokap. Namun hingga kini dari pihak desa belum melakukan tindakan apapun.

”Kalau dari pihak puskesmas kemarin menyampaikan bahwa ketika ada kegiatan warga akan datang, entah itu hanya menyaksikan atau akan memberikan saya juga nggak tahu,” imbuh Saifudin. 

Karena tak   kunjung mendapatkan tanggapan dari pihak terkait akhirnya warga sepakat untuk melakukan kerja bakit bersama sama serta melakukan Pembasmian Sarang Nyamuk (PSN) agar daerah tersebut tidak menjadi daerah dengan status daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD.

”Sampai saat ini warga masih was-was dan berharap agar inatansi terkait bisa segera melakukan fogging atau cara mengantisipasi yang lain,” katanya.

Menurut Saifudin, kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi di Pedukuban Anjir, sehingga pemerintah perlu memperhatikan keadaan ini.

 

Berita Terkait :


HOT NEWS