Peristiwa
Jumat, 06 Januari 2017 - 18:42:37 | bambang-jati / Sorot Kulonprogo

Tak Tahan Jalan Rusak, Warga Wadul Dewan
Tak Tahan Jalan Rusak, Warga Wadul Dewan Tak Tahan Jalan Rusak, Warga Wadul Dewan Jalan rusak yang diprotes warga.

Wates,(sorotkulonprogo.com)--Dua orang perwakilan warga Hargowilis, Kecamatan Kokap yakni Karjo dan Yuli Nugroho mendatangi gedung DPRD Kulon Progo, Jumat (06/01/2017). Mereka menyampaikan aspirasi lantaran sudah tidak tahan dengan keadaan jalan rusak parah akibat dilalui oleh armada truk tambang milik PT. HWI.

”Ruas jalan Klepu-Gemulung dengan panjang sekitar 1,5 kilometer rusak parah akibat selalu dilalui truk tambang pengangkut batu andesit yang dilakukan oleh PT. HWI. Kami warga melihat sepertinya truk yang digunakan untuk mengangkut batu andesit sudah melebihi tonase,” tutur Karjo, Jumat siang.

Kerusakan jalan semakin parah akibat jalur tersebut selama beberapa waktu terakhir sering diguyur hujan karena jalan licin dan menggenang di beberapa lubang pada bahu jalan. ”Hingga kini belum ada upaya perbaikan dari pihak penambang. Itulah yang membuat warga sudah tak tahan,” imbuh Karjo.

Sementara itu, Yuli Nugroho menengarai bahwa ada ketidaksesuaian prosedur dalam menjalankan aktivitas tambang terutama dalam urusan tonase batu andesit yang diangkut. Apalagi sebagian besar warga kesulitan mengakses informasi terkait aktivitas pertambangan. 

”Hal ini terjadi karena yang berwenang mengeluarkan izin penambangan ada di Provinsi. Mereka tidak begitu menguasai kondisi wilayah,” ujar Yuli Nugroho.

Kini warga hanya berharap agar akses jalan warga bisa segera diperbaiki, namun tanpa menghentikan aktivitas tambang yang sudah ada.

”Semua bisa berjalan dengan baik, aktivitas perekonomian bisa berjalan dengan baik, tapi warga juga bisa menikmati akses jalannya,” imbuh Yuli.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kulon Progo, Akhid Nuryati menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan warga. ”Akan kami carikan solusi yang tepat dan sesuai sasaran. Kami akan segera meminta Komisi II dan Komisi III untuk segera menindaklanjutinya,” ujar Akhid.

Berita Terkait :


HOT NEWS