Ekonomi
Minggu, 08 Januari 2017 - 05:23:07 | bambang-jati / Sorot Kulonprogo

Bisnis di Buk Begal, 42 Tahun Masih Jadi Primadona
Bisnis di Buk Begal, 42 Tahun Masih Jadi Primadona
Bisnis di Buk Begal, 42 Tahun Masih Jadi Primadona
Rubingin saat melayani pesanan pelanggan

Panjatan,(sorotkulonprogo.com)--Bagi sebagian warga Kulon Progo mungkin sudah tak asing dengan es tape buatan Rubingin (65) yang menjajakan daganganya di Buk Begal di bawah pohon asem di jalan Nagung-Brosot atau tepatnya di Panjatan, Kecamatan Panjatan.

Nama Es Tape Buk Begal pun menjadi sebutan yang akrab bagi pelanggan setia es tape Rubingin yang sudah ada sejak tahun 1975 ini. Lokasi berdagang Rubingin tersebut memang terkenal dengan sebutan Buk Begal karena konon tempat tersebut merupakan wilayah sangar yang rawan pembegalan (perampokan).

”Tapi di sini bagi saya malah tempat yang strategis karena kalau siang hari tempat ini teduh,” tutur Rubingin, Sabtu (07/01/2017).

Dijelaskan Rubingin, dalam usahanya ini Rubingin hanya mengandalkan promosi melalui mulut ke mulut, dari pelanggan Rubingin yang sudah mengenal es tape buatan Rubingin sejak 42 tahun silam.

”Para pembeli biasanya merupakan pelanggan yang sudah lama. Bahkan anak cucunya juga suka beli es di tempat saya. Murah saja hanya Rp 2 ribu,” imbuh Rubingin.

Sebelum berjualan es tape, Rubingin mengaku pernah berjualan es lilin di Yogyakarta. Namun ketika itu banyak penjual es tape berada di pinggir jalan, sehingga Rubingin mulai tertarik membuat masih es tape dan memutuskan pulang ke kampung halaman di Tirtorahayu, Kecamatan Panjatan.

“Itu sekitar tahun 1972. Es tape harganya masih Rp 15 per gelas,” tutur dia mengenang.

Bahan dasar untuk membuat es tape sendiri cukup sederhana, hanya tape singkong yang di buat lembut dan dicampur dengan gula pasir serta serutan es batu. Kini setiap harinya Rubingin bisa menghabiskan sekitar 10 kilogram tape singkong.

”Saya tape singkong dan es batu ambil dari Srandakan, Bantul. Nggak buat sendiri karena waktunya nggak cukup,” ujar Rubingin.

Berangkat dari rumah yang berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi berdagang sejak pukul 08.00 WIB. Pada pukul 11.00 WIB dagangan Rubingin sudah habis diserbu pelanggan bila cuaca sedang terik.

”Kalau pas cuacanya panas bisa laku sampai 100 gelas lebih, tapi kalau cuaca hujan ya sampe sore terkadang masih sisa,” katanya.

Salah seorang pelanggan es tape Rubingin, Agus(45) mengaku mulai menjadi pelanggan Rubingin sejak dirinya masih duduk di bangku SMA.

”Sejak saya SMA sampai sekarang sudah punya anak, cita rasa es tape nya nggak pernah berubah. Meskipun gula pasir sekarang harganya juga mahal. Herannya,anak saya juga sering minta jajan di sini,” katanya.

 

Berita Terkait :


HOT NEWS